Oktober 24, 2026
FB_IMG_1792803810178

MEDAN, 23 OKTOBER 2026 — Operasi gabungan lintas instansi berhasil menggagalkan penyelundupan 1.160 kilogram ketamin hidroklorida (HCl) senilai Rp1,856 triliun yang diangkut kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara. Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan keberhasilan ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan penyelamatan nyata bagi jutaan masyarakat dari bahaya narkotika.

 

Sinergi Lintas Instansi Berbuah Hasil Besar

 

Pengungkapan kasus ini melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara. Barang bukti yang disita berpotensi melindungi sekitar 5,8 juta jiwa, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.

 

“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” ujar Kapolri Suyudi Ario Seto di Medan. Fokus penindakan bukan hanya menghukum pelaku, tetapi mencegah zat berbahaya merusak masa depan bangsa.

 

Kronologi Operasi Senyap di Perairan Sumut

 

Bermula dari analisis intelijen yang mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal MT Global 168 di kawasan Selat Malaka hingga Laut Andaman, tim gabungan langsung menyusun strategi pengepungan. Pada 20 Oktober 2026, kapal berhasil dicegat di perairan Tanjung Balai Asahan dan dikawal menuju Pelabuhan Belawan.

 

Pemeriksaan di ruang pompa kapal menemukan 58 karung hijau berisi 1.160 bungkus ketamin HCl, masing-masing berat satu kilogram. Hasil uji laboratorium mengonfirmasi seluruh barang tersebut positif mengandung ketamin HCl.

 

Delapan awak kapal diamankan — tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Warga negara Taiwan berinisial YCY (42) ditetapkan sebagai tersangka utama, sementara tujuh lainnya masih diperiksa sebagai saksi. Selain barang bukti narkotika, aparat juga menyita kapal MT Global 168, 14 alat komunikasi, serta dokumen kapal.

 

Komitmen Bersama Lawan Sindikat Narkoba Transnasional

 

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa sindikat narkoba semakin cerdik memanfaatkan jalur laut internasional. Pengawasan lintas sektor harus terus diperkuat.

 

“Kami tegaskan kembali bahwa seluruh aparat penegak hukum di Indonesia akan terus berdiri di garis terdepan untuk melindungi generasi muda dari sindikat narkotika,” tegasnya.

 

Kapolri juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, BNN, Bea Cukai, pemerintah daerah, dan mengajak masyarakat ikut waspada. “Mari kita rapatkan barisan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” tutupnya(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *